perihal tentang Warana
agus setiawan
Istilah warana dalam kehidupan sehari-hari orang Jawa sering menyebutnya dengan sebutan rono dan disamaartikan dengan istilah sketsel yaitu penyekat ruang. Zaman sekarang orang lebih mengenal istilah partisi yang pada hakikatnya adalah penyekat ruang sebagai pemisah dua ruang berbeda fungsi agar dapat terpisah dan bisa membuat cantik ruang tersebut.1 Menurut Bagyo Suharyono, warana memiliki arti harafiah yang artinya sekat.2 Rono adalah penyekat ruang yang sering ditemui di daerah pedesaan, pada umumnya digunakan untuk penyekat ruang-ruang seperti ruang tamu dengan ruang makan atau ruang tidur.3
Warana dari kata āwarana dalam bahasa Sanskerta yang berarti (tindakan menutupi, menyembunyikan, pemisah, halangan, gangguan, penutup, pakaian; sesuatu yang melindungi, dinding, perisai) tutup, tabir, dinding (pelindung).4 Arti lain yang pertama, Warana adalah (sanskerta wārana, menangkis, menolak; gajah (dari kekuatannya menangkis); tangkisan perlawanan) gajah. Arti kedua, Warana sama artinya dengan āwarana.5 Sedangkan dalam bahasa kawi warana berarti kelir, slintroe, aling-aling.6 Warana atau aling-aling merupakan sebuah alat untuk merintangi seseorang melihat secara langsung apa yang terdapat dibelakang kori.7 Mengacu beberapa penjelasan di atas penulis mengartikan bahwa warana adalah suatu penyekat ruang yang digunakan untuk pembatas ruang misalnya ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu sesuai keinginan pemiliknya. Sedangkan Warana Kaputran dan Kaputren adalah penyekat atau pemisah ruangan yang terbuat dari kayu jati berhias ukiran yang digunakan untuk pembatas antara ruang pendapa dengan ruang dalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar